Semangat Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan Dukung Jombang Perkuat Vaksinasi PMK
Jombang — Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memperkuat upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui vaksinasi dan penguatan pelayanan kesehatan hewan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung dari 26 Agustus hingga 26 September 2026.
Penguatan pencegahan PMK di Jombang dilakukan melalui pelayanan kesehatan hewan terpadu sekaligus pelaksanaan vaksinasi PMK periode II 2026. Sebanyak 28 ribu dosis vaksin PMK telah diterima Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi di berbagai wilayah.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan vaksinasi merupakan salah satu bagian penting dalam mempertahankan kekebalan kelompok ternak. Upaya tersebut perlu berjalan bersama dengan penerapan biosekuriti, pengawasan kesehatan hewan, serta respons cepat terhadap laporan dari lapangan.
“Vaksinasi PMK merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kekebalan kelompok pada ternak. Kondisi nol kasus harus terus dijaga melalui vaksinasi, biosekuriti, pengawasan kesehatan hewan, serta respons cepat apabila ditemukan gejala penyakit,” kata Hendra, Minggu (6/9/2026).
Menurut Hendra, pengendalian PMK membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, petugas kesehatan hewan, dan peternak. Karena itu, momentum Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ternak dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda penyakit.
“Semakin cepat ada laporan, semakin cepat pula petugas dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah yang diperlukan. Karena itu, peternak menjadi bagian penting dalam sistem kewaspadaan kesehatan hewan,” ujar Hendra.
Di Kabupaten Jombang, pelaksanaan vaksinasi PMK periode II dijadwalkan berlangsung mulai 31 Agustus hingga akhir Oktober 2026. Salah satu kegiatan dilaksanakan di Kandang Berkah Aarkun, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Mochamad Saleh, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Azis Daryanto, mengatakan vaksinasi merupakan bagian dari upaya daerah untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mempertahankan kekebalan kelompok.
“Kegiatan ini akan berlangsung mulai 31 Agustus hingga akhir Oktober 2026. Vaksinasi PMK semester 2 ini adalah upaya dari Dinas Peternakan untuk menyiapkan kekebalan kelompok pada sapi, khususnya menghadapi musim penghujan atau pancaroba yang biasanya diikuti peningkatan lonjakan kasus PMK,” kata Azis.
Hingga saat ini, kondisi PMK di Kabupaten Jombang dinyatakan terkendali. Azis menyebut Jombang telah mempertahankan kondisi nol kasus sejak April 2026.
“Untuk kondisi kasus PMK di Kabupaten Jombang, sudah zero kasus sejak bulan April hingga sekarang ini. Alhamdulillah sudah tidak ada kasus PMK di Jombang,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi capaian yang perlu dipertahankan. Karena itu, vaksinasi terus diperkuat sebagai bagian dari langkah pencegahan, bersamaan dengan pengawasan kesehatan hewan dan penerapan biosekuriti di tingkat peternakan.
Sebanyak 28 ribu dosis vaksin yang telah diterima selanjutnya didistribusikan sesuai kebutuhan pelaksanaan vaksinasi di berbagai wilayah Kabupaten Jombang. Percepatan vaksinasi diharapkan dapat memperluas perlindungan dan mendukung tercapainya kekebalan kelompok pada populasi ternak.
Selain vaksinasi, peternak juga didorong untuk menjaga kebersihan kandang, memastikan kualitas pakan dan air minum, serta segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK.
“Disnak Jombang mengimbau para peternak untuk menjaga kebersihan kandang, memastikan kualitas pakan dan air minum, serta segera melaporkan ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) apabila menemukan gejala seperti demam, lepuh pada mulut atau kuku, atau produksi air liur berlebihan, segera menghubungi petugas,” beber Azis.
Penguatan pencegahan PMK tersebut mendapat sambutan positif dari peternak. Agus Purwanto, pemilik Kandang Berkah Aarkun di Desa Gondek, mengatakan pelayanan vaksinasi membantu peternak dalam menjaga kesehatan ternaknya.
Sebanyak 39 ekor sapi di kandangnya telah mendapatkan vaksin PMK.
“Di kandang ini ada 39 ekor sapi dan Alhamdulillah sudah diberikan vaksin PMK oleh petugas. Saya mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya vaksinasi PMK ini, semoga kondisi sapi di kandang kami selalu sehat,” pungkasnya.
Melalui Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan hewan hingga tingkat peternak. Vaksinasi, biosekuriti, pengawasan, dan pelaporan cepat menjadi bagian dari langkah bersama untuk mempertahankan kondisi kesehatan ternak.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas kesehatan hewan, dan peternak, perlindungan ternak diharapkan semakin kuat sehingga produktivitas peternakan tetap terjaga dan ketersediaan pangan asal hewan bagi masyarakat dapat terus dipertahankan.