Kementan: Kader Zoonosis Indonesia Diakui FAO, Pengalaman Indonesia Jadi Pembelajaran Global
Jakarta – Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kesehatan hewan sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional mendapat ruang dalam percakapan global. Pengalaman Indonesia dalam melibatkan masyarakat untuk mengenali dan mencegah risiko penyakit zoonosis mendapat pengakuan dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO).
Program “Transforming Communities into One Health Champions: Indonesia’s Zoonoses Cadre Program” mendapat Certificate of Recognition sebagai salah satu good practice and innovation in One Health in agrifood systems. Karya tersebut mengangkat pengalaman Indonesia dalam mengembangkan Program Kader Zoonosis sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat, dengan menempatkan masyarakat bukan sebagai objek penerima edukasi, melainkan sebagai garda terdepan sekaligus penggerak perubahan perilaku di masyarakat.
Pengakuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian FAO Global Conference for Actions on One Health in Agrifood Systems yang berlangsung di Markas Besar FAO, Roma, Italia, pada 21–23 September 2026.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah Kementerian Pertanian yang menempatkan kesehatan hewan, keamanan pangan, produktivitas peternakan, dan perlindungan mata pencaharian masyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan.
Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, tampil melalui pre-recorded statement sebagai representasi Indonesia pada sesi Opening and Setting the Scene.
“Bagi Indonesia, One Health berarti bahwa manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan yang kita tinggali saling terhubung. Kita harus bekerja lintas sektor untuk mencegah risiko, bukan hanya merespons penyakit setelah muncul,” ujar Agung dalam tayangan video di Kantor FAO, Roma (23/9/2026).
Pada rangkaian forum yang sama, Agung juga mendapat Certificate of Appreciation atas kontribusinya sebagai member of the jury panel dalam FAO Recognition for Good Practices and Innovations in One Health in Agrifood Systems.
Kehadiran Indonesia di forum tersebut tidak berhenti pada penyampaian pandangan. Indonesia juga ikut mengambil bagian dalam proses berbagi dan mengenali praktik-praktik baik One Health dari berbagai penjuru dunia.
Salah satu pengalaman yang dibawa Indonesia adalah Program Kader Zoonosis, yang menerjemahkan pendekatan One Health hingga ke tingkat komunitas.
Masyarakat dibekali pengetahuan untuk mengenali potensi risiko zoonosis dan menyampaikan informasi kepada petugas. Dengan begitu, kewaspadaan terhadap penyakit dapat dibangun sejak awal, sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kader tidak menggantikan tenaga kesehatan maupun dokter hewan. Mereka menjadi bagian dari jejaring kewaspadaan di masyarakat, membantu memperpendek jarak antara informasi dari lapangan dan respons pemerintah.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Wirata, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia.
“Kesehatan masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kesehatan hewan. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan untuk mengenali risiko dan melaporkannya sejak dini, kita memiliki mata dan telinga yang lebih banyak di lapangan. Ini yang membuat pendekatan One Health menjadi nyata dan dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujar Ketut di Kantor Kementan Jakarta (23/9/2026).
Menurut Wirata, penguatan kapasitas masyarakat perlu berjalan bersama dengan peran tenaga kesehatan hewan, pemerintah daerah, laboratorium, dan sektor terkait lainnya. Dengan kerja bersama, informasi dari lapangan dapat lebih cepat ditindaklanjuti dan risiko dapat dikendalikan sejak dini.