Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Mentan Amran Dorong Wisudawan Polbangtan Jadi Pengusaha, Cetak 1.532 SDM Unggul Pertanian

14/08/2026 07:41:00 Hasrul 13

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong para lulusan pendidikan vokasi pertanian untuk berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya menjadi pencari kerja. Pesan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8).

Di hadapan para wisudawan, Mentan Amran berpesan agar generasi muda pertanian berani membangun masa depan dengan kerja keras dan konsistensi. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan dalam membangun usaha tidak dapat dicapai secara instan.

“Kalau sudah mimpi besar, bertindak besar, persisten, insyaallah kamu jadi. Jangan mulai hari ini hanya mengatakan mau sukses, tetapi tidak bergerak. Harus berjuang, harus kerja keras,” tegasnya.

Amran berharap para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.

Menurutnya, pengalaman membangun usaha dari bawah akan memberikan pelajaran penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana mendapatkan modal, mengelola usaha, menghadapi risiko, hingga mengembangkan bisnis.

“Jangan takut memulai dari bawah. Dari proses itulah kita belajar bagaimana mendapatkan modal, mengelola usaha, menghadapi risiko, dan mengembangkan bisnis. Yang penting berani memulai dan konsisten,” ujarnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan arah pendidikan vokasi pertanian Kementan yang tidak hanya membekali lulusan dengan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, penguasaan teknologi, dan kemampuan menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi.

Dalam Wisuda Nasional tersebut, Kementan mewisuda sebanyak 1.532 lulusan pendidikan tinggi vokasi pertanian yang berasal dari tujuh perguruan tinggi, yakni Polbangtan Medan, Bogor, Yogyakarta-Magelang, Malang, Gowa, Manokwari, serta PEPI.

Sebanyak 1.532 lulusan tersebut berasal dari 27 program studi yang disiapkan untuk mendukung pembangunan pertanian modern, swasembada pangan, dan hilirisasi pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan pendidikan vokasi pertanian terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian.

“Para lulusan diharapkan menjadi kekuatan baru SDM pertanian Indonesia, baik sebagai agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan dunia industri, pendamping petani, tenaga teknis, maupun aparatur pertanian yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian,” ujar Santi.

Ia menegaskan, lulusan Polbangtan dan PEPI dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja yang mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.

“Pembangunan pertanian membutuhkan SDM yang mampu menguasai inovasi dan teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan usaha pertanian,” katanya.

Adapun jumlah lulusan dari masing-masing perguruan tinggi terdiri atas Polbangtan Yogyakarta-Magelang sebanyak 311 mahasiswa, Polbangtan Bogor 281 mahasiswa, Polbangtan Gowa 268 mahasiswa, Polbangtan Malang 247 mahasiswa, Polbangtan Medan 185 mahasiswa, Polbangtan Manokwari 114 mahasiswa, dan PEPI sebanyak 126 mahasiswa.

Di antara para lulusan tersebut terdapat mahasiswa asal Republik Demokratik Timor-Leste yang turut menyelesaikan pendidikan vokasi pertanian di lingkungan Kementan.

Melalui Wisuda Nasional 2026, Kementan menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang unggul, profesional, berintegritas, dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan, hilirisasi, serta modernisasi pertanian Indonesia.

Facebook Instagram Youtube X TikTok