Kementan Perkuat Dukungan Perbibitan Ternak di Kabupaten Kupang
JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Kupang terus memantapkan arah pengembangan subsektor peternakan sebagai penopang ekonomi daerah sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bupati Kupang Yosef Lede dan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Hary Suhada, di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Hary menegaskan bahwa penguatan perbibitan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan daya saing subsektor peternakan. Pemerintah pusat, kata dia, menyiapkan dukungan semen beku dari pejantan unggul guna mendukung peningkatan mutu genetik dan populasi sapi di Kabupaten Kupang melalui program inseminasi buatan (IB).
“Pemanfaatan semen beku unggul akan mempercepat perbaikan kualitas genetik ternak, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat populasi sapi secara berkelanjutan di daerah,” ujar Hary.
Selain aspek teknis, pembahasan juga menyinggung kebijakan pendukung subsektor peternakan. Hary dan Yosef sepakat bahwa kemajuan peternakan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh regulasi yang mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Yosef menilai Kabupaten Kupang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas ternak, khususnya sapi dan ayam, yang perlu didukung kepastian berusaha.
“Kami berharap adanya kemudahan regulasi dan kepastian usaha agar investor lebih tertarik mengembangkan peternakan di daerah. Ini penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan populasi dan produksi ternak,” kata Yosef.
Keduanya juga melihat penguatan peternakan daerah memiliki keterkaitan strategis dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasokan daging sapi, ayam, dan produk hewani lain yang berkualitas serta berkelanjutan dari daerah dinilai menjadi faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat, terutama bagi generasi usia sekolah.
Dukungan perbibitan melalui penyediaan semen beku, yang diiringi kemudahan regulasi investasi, diharapkan dapat memperkuat rantai pasok peternakan dari hulu hingga hilir. Kolaborasi ini juga diharapkan berkontribusi pada keberhasilan program nasional peningkatan gizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal di Kabupaten Kupang.