Sudah Tembus Rp3,2 Triliun, Investasi Peternakan Pacu Pertumbuhan Populasi Sapi Nasional

Jakarta – Upaya meningkatkan populasi indukan sapi perah dan pedaging di Indonesia menunjukkan progres positif. Hingga Agustus 2025, tercatat realisasi 28.656 ekor sapi perah dan sapi pedaging dengan nilai investasi mencapai Rp3,2 triliun. Angka ini melesat jauh dibanding rata-rata realisasi tahunan sebelumnya yang hanya sekitar 6 ribu ekor.
 
Capaian ini mengemuka dalam evaluasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan), pelaku usaha, importir, dan mitra eksportir Australia di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Pertemuan ini sekaligus memperkuat komitmen bersama mendukung Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Nuryani Zainuddin, menyebut langkah ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan populasi ternak nasional.
 
“Capaian awal ini memberi rasa optimisme. Dengan konsistensi pelaku usaha dan dukungan pemerintah, populasi sapi kita akan terus menguat hingga akhir 2025,” ujarnya.
 
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha, seraya menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin memegang peranan penting dalam mempercepat peningkatan populasi sapi perah dan sapi pedaging.
 
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama Bapak dan Ibu semua, para pelaku usaha sangat penting dalam mempercepat peningkatan populasi sapi perah dan sapi pedaging,” imbuhnya.
 
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menambahkan bahwa pemerintah mendorong komitmen tersebut tidak hanya berhenti pada kesepakatan di atas kertas. “Kami berharap semua pihak dapat membuktikan komitmen ini melalui penjaminan awal terhadap prosesnya. Dengan begitu, target peningkatan populasi sapi benar-benar dapat terealisasi,” tegasnya.
 
Dari sisi pelaku usaha, optimisme juga mengemuka. Paulus dari PT. Lunar Chemplast menargetkan pengiriman 1.200 ekor sapi pada November 2025. “Sejauh ini tidak ada kendala logistik berarti, dan kami optimistis keputusan investor akan mendukung kelancaran pengiriman,” ujarnya.
 
Peningkatan populasi sapi perah dan pedaging dilakukan salah satunya melalui kemitraan pelaku usaha, investor, koperasi, dan peternak. Sinergi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
 
Pemerintah menegaskan perannya sebagai fasilitator yang memastikan kelancaran logistik, validitas data, dan iklim investasi yang kondusif. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, peningkatan populasi indukan sapi perah dan pedaging diharapkan mampu mendukung swasembada susu, daging, serta gizi masyarakat secara berkelanjutan.