Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Mitra Tani Farm Bogor, Contoh Nyata Hilirisasi Peternakan dari Hulu ke Hilir

02/02/2026 08:47:00 Hasrul 8

Bogor - Hilirisasi peternakan menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan nilai tambah produk ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pengolahan dari hulu hingga hilir, peternak tidak hanya bergantung pada penjualan hewan hidup, tetapi mampu menghadirkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi dan berdaya saing. Salah satu contoh nyata penerapan konsep ini dijalankan oleh Mitra Tani Farm (MT Farm), usaha peternakan terpadu milik Budi Susilo Setiawan.

Mitra Tani Farm dirintis sejak tahun 2002 ketika Budi masih menempuh pendidikan kuliah. Setelah menyelesaikan studinya pada 2004, usaha tersebut mulai dikembangkan secara serius hingga tumbuh berkelanjutan sampai hari ini. Berawal dari peternakan, MT Farm terus bertransformasi menjadi unit usaha terintegrasi berbasis konsep Farm to Table atau From Farm to Table.

Selain melayani kebutuhan pasar kurban dan Rumah Potong Hewan (RPH), sejak 2015 Budi mulai memperluas layanan dengan menyediakan jasa katering dan akikah. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, Mitra Tani Farm juga dipercaya memasok daging segar ke sejumlah restoran ternama di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperpendek rantai distribusi agar harga tetap kompetitif bagi konsumen.

Tidak berhenti di sana, MT Farm juga mengembangkan produk olahan pangan bernilai tambah tinggi, seperti rendang domba dan rendang sapi siap saji. Usaha ini diperkuat dengan jasa pengalengan makanan yang mencakup tiga layanan utama, yakni produksi makanan kaleng siap santap, aqiqah, dan kurban dalam kemasan kaleng. Seluruh produk diolah tanpa bahan pengawet dan MSG, serta mampu bertahan hingga tiga tahun penyimpanan.

Budi Susilo Setiawan menjelaskan bahwa hilirisasi memberikan manfaat besar bagi pelaku peternakan. “Hilirisasi bisa memberikan keuntungan lebih bagi peternak karena konsepnya From Farm to Table, sehingga kami bisa memberikan harga yang kompetitif untuk konsumen. Kami adalah usaha terpadu berbasis peternakan, mulai dari pengolahan produk hingga pengelolaan limbah,” ujarnya, Minggu 1 Februari 2026. Ia menambahkan, harapannya ke depan dapat hadir satu kabupaten satu tempat pengolahan untuk mendukung peternak lokal.

Produk-produk Mitra Tani Farm kini telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara, melayani ratusan klien, serta memberikan asistensi bagi banyak perusahaan dalam program instansi pemerintah maupun kegiatan CSR. Selain bernilai ekonomi, produk pangan kaleng berbasis peternakan ini juga berkontribusi dalam kesiapsiagaan bencana, karena mampu menyediakan sumber protein hewani secara cepat dan higienis.

Sementara itu di kesempatan berbeda, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan hilirisasi peternakan secara nasional. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah produk ternak seperti daging, susu, dan telur, sekaligus memperkuat subsektor peternakan dalam mendukung ketahanan pangan.

“Hilirisasi bukan hanya soal produk akhir, tetapi tentang membangun ekosistem industri yang terhubung dari hulu ke hilir, memperkuat rantai pasok, dan memastikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi peternak,” kata Agung. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam membuka akses ekspor bagi pelaku besar, serta memberikan ruang tumbuh bagi peternak rakyat agar rantai distribusi lebih pendek dan harga yang diterima peternak menjadi lebih baik.

Facebook Instagram Youtube X TikTok