Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan JICA Jalin Kerja Sama Tingkatkan Produksi Susu dan Daging Nasional

08/02/2026 08:31:00 Hasrul 3

Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis protein hewani dengan menaruh perhatian besar pada sektor hulu peternakan. Selain peningkatan produksi, penguatan manajemen dan pemanfaatan teknologi di pusat-pusat pembibitan ternak menjadi fokus utama.

Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan mengusulkan kerja sama teknis dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Usulan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas Unit Pelaksana Teknis (UPT), khususnya Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari dan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, yang memiliki peran strategis dalam penyediaan bibit ternak nasional.

Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, menilai kedua UPT tersebut memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan tata kelola agar hasilnya lebih optimal.

“Potensi BIB Singosari dan BBPTU-HPT Baturraden sangat besar. Tantangan utamanya terletak pada penguatan manajemen pemeliharaan, pakan, dan reproduksi. Tiga aspek ini menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas ternak secara berkelanjutan,” ujar Nuryani saat pertemuan dengan tim JICA di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, berbagai fasilitas yang telah tersedia, termasuk laboratorium dan sarana pelatihan, perlu dioptimalkan melalui penerapan standar operasional prosedur yang lebih jelas serta pendampingan teknis yang berkelanjutan. Dengan perbaikan manajemen, peningkatan produktivitas dan kualitas bibit ternak dinilai masih sangat memungkinkan tanpa penambahan populasi secara signifikan.

“Kami berharap kerja sama dengan JICA dapat memperkuat praktik terbaik di pusat pembibitan ini dan direplikasi ke UPT lain maupun peternak binaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Director Agricultural and Rural Development Group JICA, Makiko Asaoka, mengapresiasi pemanfaatan dukungan JICA sebelumnya yang dinilai masih berjalan dengan baik. Menurutnya, keberlanjutan penggunaan bantuan tersebut menjadi dasar penting untuk melanjutkan kerja sama ke tahap berikutnya.

“Kami melihat dukungan JICA sebelumnya, baik berupa peralatan maupun transfer pengetahuan, masih dimanfaatkan secara optimal. Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga keberlanjutan kerja sama,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, JICA menilai penguatan sistem manajemen secara terpadu masih diperlukan, terutama pada aspek pemeliharaan, pakan, dan genetika. Dengan penetapan prioritas yang tepat, dukungan teknis diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih terukur terhadap peningkatan produktivitas ternak.

Ke depan, kerja sama teknis ini diharapkan mampu memperkuat peran UPT sebagai pusat pembibitan dan inovasi, sekaligus menjadi rujukan bagi pengembangan peternakan di berbagai daerah. Selain peningkatan produksi, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi tepat guna, serta pengelolaan kesehatan hewan yang lebih baik.

Facebook Instagram Youtube X TikTok