Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Sidak di Pasar Serpong, Temukan Harga Daging Sapi Tetap Stabil Meskipun Permintaan Naik

20/02/2026 10:58:00 Hasrul 6

Tangerang Selatan — Kementerian Pertanian memastikan konsumen tetap dapat memperoleh daging sapi dengan harga relatif stabil selama Ramadan. Hal tersebut terpantau dalam inspeksi lapangan di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan, di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan bahan pangan strategis.

Daging sapi menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dicari masyarakat saat Ramadan. Meski permintaan mulai meningkat, pedagang memastikan pasokan tetap tersedia sehingga konsumen tetap dapat berbelanja tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan barang.

Jaja, pedagang daging sapi di pasar tersebut, mengatakan harga saat ini berada di kisaran Rp130.000 per kilogram, menyesuaikan dari sebelumnya Rp125.000 per kilogram. Menurutnya, perubahan harga tersebut mengikuti penyesuaian dari pemasok. 

“Memang ada penyesuaian dari pemasok, biasanya menjelang momen seperti Natal dan Ramadan. Tapi secara umum masih stabil,” ujarnya saat ditemui di lapaknya di kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, sebagai pedagang pasar tradisional, dirinya tidak menyimpan stok dalam jumlah besar. Daging diperoleh setiap hari langsung dari rumah potong hewan atau tukang jagal, sehingga ketersediaan selalu mengikuti pasokan harian. Sistem ini menjaga kesegaran produk sekaligus memastikan suplai tetap berjalan bagi konsumen.

Secara umum, Jaja memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan daging sapi menjelang Ramadan dan Idulfitri. Distribusi berjalan normal dan pasokan tetap tersedia di pasar. 

“Insyaallah aman, karena setiap hari kami ambil barang. Selama pasokan dari rumah potong lancar, masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman menyatakan tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga ini pun stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main," kata saat meresmikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan data neraca pangan nasional, komoditas yang telah swasembada dan surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. 

“Tidak ada alasan beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp40.000, daging sapi Rp140.000. Semua harus patuh,” tegas Mentan Amran

Bagi konsumen, kondisi ini menunjukkan bahwa negara hadir memastikan kebutuhan protein hewani tetap tersedia dengan harga terkendali. Stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi memungkinkan masyarakat menjalani Ramadan dan menghadapi Idulfitri dengan tenang, tanpa tekanan lonjakan harga yang signifikan.

Facebook Instagram Youtube X TikTok