Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Program Hilirisasi Ayam Sasar Gorontalo, Kementan Tingkatkan Investasi Sejahterakan Peternak Rakyat

18/01/2026 09:42:00 Hasrul 225

Jakarta – Indonesia tengah mendorong transformasi subsektor peternakan ayam melalui skema investasi senilai Rp20 triliun (20T) yang akan dilaksanakan oleh BUMN. Program Hilirisasi Peternakan Ayam ini dirancang untuk membangun rantai nilai industri ayam yang terintegrasi, dari pembibitan hingga pemasaran, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. 

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa Program Hilirisasi Peternakan Ayam ini tidak membebani APBN maupun APBD, melainkan mendorong partisipasi BUMN, pelaku usaha, dan investor swasta dalam pengembangan industri ayam nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Hilirisasi Peternakan Ayam yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat I, Ditjen PKH Kementan, Kamis (15/1/2026).

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa program yang dikenal sebagai Hilirisasi 20T ini dirancang untuk membangun ekosistem industri ayam dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan. Program tersebut mencakup pengembangan pembibitan Grand Parent Stock, Parent Stock, hingga Final Stock, Pabrik pakan, obat hewan, rumah potong hewan ungags (RPHU), pengolahan daging, logistik, dan pemasaran.

“Program ini merupakan business development programe yang melibatkan BUMN, perbankan, mitra usaha, serta skema kerja sama operasional. Pemerintah tidak menyalurkan anggaran, tetapi berperan sebagai fasilitator melalui regulasi, dukungan SDM, infrastruktur, serta riset dan pengembangan,” kata Hendra.

Ia menambahkan, hilirisasi peternakan ayam diharapkan mampu menciptakan nilai tambah produk, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong keterlibatan koperasi, UMKM, dan peternak rakyat dalam rantai industri. Dengan pendekatan tersebut, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyambut baik penjelasan Kementerian Pertanian terkait konsep dan skema program tersebut. Ia menilai penting adanya pemahaman yang utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat. “Ini adalah program investasi (kredit program) dan pengembangan usaha, bukan pembagian anggaran pemerintah,” ujar Ridwan.

Ridwan menegaskan DPRD Provinsi Gorontalo, khususnya Komisi II, mendukung percepatan Program Hilirisasi Peternakan Ayam di daerah. Menurutnya, program ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan menjaga stabilitas harga ayam dan telur serta swasembada protein hewani berbasis pulau dan provinsi

Dalam rapat tersebut, DPRD Provinsi Gorontalo juga mendorong sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan mitra usaha agar implementasi program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Gorontalo diharapkan dapat menjadi salah satu sentra produksi peternakan ayam terintegrasi.

Koordinasi menyepakati pentingnya percepatan implementasi Program Hilirisasi Peternakan Ayam sebagai bagian dari strategi nasional penguatan subsektor peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Facebook Instagram Youtube X TikTok