Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Pemerintah Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Indragiri Hulu Siap Jadi Sentra Produksi

06/01/2026 10:32:00 Hasrul 38

Indragiri Hulu – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group mematangkan rencana pengembangan Program Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi di Areal Kebun Air Molek I, Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hulu. Program ini diarahkan untuk membangun sistem peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Pengembangan kawasan Air Molek I menjadi bagian dari strategi Kementan dalam memperkuat produksi pangan asal hewan di daerah. Kawasan yang berada di areal pembibitan sawit PTPN IV Regional 3 tersebut disiapkan dengan luasan sekitar 43 hektare dalam satu hamparan, sehingga dinilai efisien untuk pengembangan fasilitas peternakan ayam terintegrasi secara terpusat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Zulfahmi Adrian menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke lokasi pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi pada 29 Desember 2025 lalu. Menurutnya, program ini memiliki peran penting dalam mendorong investasi sektor peternakan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Sejalan dengan dukungan pemerintah daerah tersebut, kawasan pengembangan Air Molek I dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dasar yang memadai. Akses jalan utama menuju lokasi dapat dilalui kendaraan operasional dan akan ditingkatkan kualitasnya untuk menunjang mobilisasi alat berat. Selain itu, terdapat tiga jembatan eksisting yang direncanakan diperkuat daya dukungnya dari 15 ton menjadi 40 ton guna mendukung kelancaran pembangunan dan operasional kawasan.

Ketersediaan utilitas dasar juga menjadi keunggulan kawasan tersebut. Jaringan listrik tiga fase tersedia dengan jarak sekitar 800 meter dari lokasi dan dinilai mencukupi untuk kebutuhan operasional. Sementara itu, sumber air berasal dari sumur bor, embung, serta aliran sungai non-gambut, dengan hasil uji kualitas air yang sebelumnya telah dinyatakan layak untuk mendukung kegiatan peternakan ayam.

Pengembangan kawasan tetap akan memperhatikan aspek lingkungan dan keamanan. Di sekitar lokasi terdapat kawasan hutan lindung seluas sekitar 25 hektare yang berfungsi sebagai green buffer (zona penyangga lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan meminimalkan dampak aktivitas industri). Potensi gangguan satwa liar diantisipasi melalui penerapan pengamanan teknis, pengendalian hama, serta desain kandang berbasis biosekuriti.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa skema pengembangan program ini mengarah pada kerja sama operasional antara PTPN sebagai penyedia lahan dan mitra sebagai pihak yang membangun serta mengoperasikan fasilitas peternakan. Kerja sama tersebut dirancang dalam jangka waktu di bawah lima tahun agar pembangunan dan operasional dapat segera dimulai.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem hilirisasi peternakan, Kementan juga melakukan peninjauan pengembangan kawasan peternakan terintegrasi di Kawasan Industri Tenayan, Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Machico, menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan program hilirisasi peternakan.

“Pemerintah daerah siap mendukung kegiatan hilirisasi peternakan, baik dari sisi kebijakan, fasilitasi daerah, maupun sinergi lintas sektor, agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Machico (30/12/2025).

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Harry Suhada, yang ditemui di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 30 Desember 2025 lalu, menegaskan bahwa pengembangan hilirisasi peternakan di daerah merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan asal hewan. “Hilirisasi peternakan diarahkan untuk memastikan ketersediaan pangan asal hewan yang merata di setiap daerah, sehingga stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga secara nasional,” ujar Harry.

Kementerian Pertanian berharap kawasan ini dapat menjadi model pengembangan hilirisasi peternakan ayam terintegrasi yang berkelanjutan, berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

Facebook Instagram Youtube X TikTok