Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Standar Uji Rabies Nasional melalui Kolaborasi Laboratorium Referensi Dunia

19/02/2026 14:27:00 Hasrul 3

Bukittinggi — Kementerian Pertanian memperkuat standar pengujian rabies nasional melalui kolaborasi dengan laboratorium referensi rabies tingkat dunia. Langkah ini bertujuan melindungi peternak dan pelaku usaha ternak melalui sistem diagnostik penyakit hewan yang lebih akurat, cepat, dan dapat dipercaya.

Penguatan kapasitas laboratorium menjadi penting bagi peternak karena hasil uji rabies yang valid memberi kepastian status kesehatan hewan, menekan risiko kerugian usaha, serta mempercepat respons penanganan penyakit di lapangan.

Kolaborasi dilakukan melalui kemitraan dengan WOAH International Reference Laboratory for Rabies dan UK National Reference Laboratory for Rabies. Sinergi ini mendorong alih pengetahuan, penguatan sistem jaminan mutu, serta penyelarasan metode diagnostik rabies dengan standar internasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, dua pakar rabies internasional melakukan kunjungan ke Balai Veteriner Bukittinggi dalam kegiatan Technical Rabies Laboratory Assessment Mission pada 14–19 Februari 2026 di Disease Investigation Center (DIC) Bukittinggi.

Kunjungan ini berdampak langsung bagi peternak karena memperkuat kapasitas diagnostik nasional, sehingga deteksi rabies dapat dilakukan lebih dini dan penanganan penyakit menjadi lebih efektif, yang pada akhirnya melindungi keberlanjutan usaha peternakan.

Tim melakukan evaluasi komprehensif terhadap prosedur pengujian, penerapan biosafety dan biosecurity, sistem manajemen mutu, hingga kapasitas sumber daya manusia. Penilaian juga mencakup metode pemeriksaan rabies seperti Fluorescent Antibody Test (FAT) dan uji serologi untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi menegaskan penguatan standar ini merupakan langkah strategis bagi perlindungan sektor peternakan.

“Assessment ini sangat penting untuk memastikan bahwa sistem pengujian rabies yang kami jalankan telah sesuai dengan standar internasional, sehingga hasil uji yang dihasilkan semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Ia menambahkan kolaborasi dengan laboratorium referensi dunia akan mempercepat peningkatan kompetensi teknis serta harmonisasi standar pengujian rabies nasional, yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan peternak terhadap layanan kesehatan hewan.

Prof. Anthony R. Fooks juga mengapresiasi komitmen penguatan sistem laboratorium di Indonesia.

“Kami melihat dedikasi yang kuat dari tim laboratorium dalam menerapkan prinsip biosafety, biosecurity, dan manajemen mutu. Penguatan kapasitas seperti ini merupakan kunci dalam mendukung upaya pengendalian rabies secara efektif,” katanya.

Kami juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempererat kerja sama antara Indonesia, khususnya Balai Veteriner Bukittinggi, dengan WOAH serta para mitra internasional lainnya dalam upaya mencapai target eliminasi rabies pada tahun 2030, baik di tingkat nasional maupun kawasan ASEAN.

Kementerian Pertanian menjelaskan penguatan kerja sama diarahkan menuju program twinning laboratory, yaitu kemitraan antara laboratorium rujukan ahli dan laboratorium kandidat untuk meningkatkan kapasitas teknis, berbagi keahlian, serta melakukan standarisasi metode analisis sesuai standar internasional.

Bagi peternak, langkah ini memberikan hasil nyata berupa peningkatan kualitas layanan diagnostik, percepatan penanganan wabah, serta perlindungan usaha ternak dari risiko penyakit menular strategis.

Ke depan, penguatan kapasitas tersebut diharapkan mendorong Laboratorium Rabies Balai Veteriner Bukittinggi menjadi laboratorium rujukan rabies regional di kawasan ASEAN. Posisi ini akan memperkuat sistem kesehatan hewan nasional sekaligus menjadi bentuk kehadiran negara dalam melindungi peternak, menjaga populasi ternak tetap sehat, dan memastikan keberlanjutan usaha peternakan.

Facebook Instagram Youtube X TikTok