Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Mentan Amran Sebut Pangan Indonesia Aman di Tengah Gejolak Geopolitik

12/03/2026 11:10:00 Hasrul 4

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi pangan Indonesia saat ini tetap aman meskipun dunia tengah menghadapi berbagai dinamika geopolitik. Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan nasional bagi seluruh masyarakat.

Menurut Mentan Amran, upaya menjaga stabilitas pangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan koordinasi intensif terus dilakukan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah agar kebutuhan pangan masyarakat tetap tercukupi.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama dengan Wakil Menteri Pertanian, anggota asosiasi pertanian dan peternakan, anggota koperasi, perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pelaku usaha, serta direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan dan pertanian di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas kebijakan Presiden yang dinilai sangat berpihak kepada petani. Salah satu kebijakan tersebut adalah penurunan harga pupuk hingga 20 persen yang dinilai menjadi langkah penting dalam membantu petani meningkatkan produktivitas.

“Begitu cintanya Presiden kepada rakyat. Harga pupuk turun sampai 20 persen dan ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Amran.

Di sisi lain, Amran mengingatkan bahwa kondisi dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan global seperti di Selat Hormuz. Namun demikian, ia memastikan kondisi pangan Indonesia tetap aman.

“Sekarang dunia mengalami geopolitik, terjadi perang, bahkan jika Selat Hormuz ditutup itu akan berdampak pada banyak negara. Alhamdulillah dari sisi pangan kita aman,” jelasnya.

Ke depan, Amran menegaskan pentingnya kerja keras seluruh pihak untuk mewujudkan kemandirian nasional di berbagai sektor strategis. 

“Kita harus bekerja keras mewujudkan kemandirian energi, kemandirian protein, dan kemandirian pangan. Jika semua ini terwujud, Indonesia akan jauh lebih aman. Negara ini milik bersama dan akan kita wariskan kepada anak cucu kita,” tegas Amran. 

Ia juga menambahkan bahwa nilai ekspor meningkat hingga Rp400 triliun berkat kebijakan yang tepat, sementara pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp9 triliun untuk memperkuat komoditas strategis nasional.

Sebagai penutup, Mentan Amran menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, peternak, koperasi, dan BUMN menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan sinergi yang kuat serta kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian. (*)

Facebook Instagram Youtube X TikTok