Kementan Terus Dorong Transparansi, Kenalkan Layanan Publik Peternakan Lewat Aplikasi Leleumo
Aceh – Kementerian Pertanian terus mendorong transformasi pelayanan publik di subsektor peternakan. Salah satu langkah nyatanya datang dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Aceh, yang kini menghadirkan sistem layanan digital berbasis aplikasi bernama Leleumo.
Melalui sistem ini, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan secara daring, mulai dari penjualan produk ternak dan hijauan, permohonan bimbingan teknis, hingga pendaftaran magang dan penelitian.
Kepala BPTU-HPT Indrapuri, Yanhendri, menjelaskan bahwa digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga bagian dari komitmen meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat, efisien, dan bebas pungutan liar.
“Digitalisasi layanan bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi waktu penyelesaian, jangkauan akses publik, transparansi biaya, serta meminimalkan praktik nepotisme dan pungutan liar,” kata Yanhendri dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dilaksanakan di Kantor BPTU-HPT Indrapuri, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, sistem digital seperti Leleumo juga memberikan jaminan keterbukaan informasi dan ruang pengaduan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Langkah ini mendapat dukungan dari Ombudsman RI Perwakilan Aceh. Kepala Perwakilan Muammar menekankan pentingnya pelayanan publik yang profesional dan berkeadilan.
“Budaya birokrasi kita harus berubah dari ‘senang dilayani’ menjadi ‘senang melayani’,” tegasnya.
Transformasi layanan di BPTU-HPT Indrapuri juga melibatkan aspirasi masyarakat. Melalui forum konsultasi yang digelar secara terbuka, berbagai saran dan masukan dijaring langsung dari pengguna layanan, termasuk peternak, kelompok tani, dan unsur masyarakat lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementan untuk membangun sistem pelayanan publik peternakan yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.