Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Animal Welfare dan NKV, Produk Unggas Dijamin Aman

13/02/2026 08:23:00 Hasrul 9

Bogor — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat perlindungan konsumen melalui peningkatan jaminan keamanan dan mutu produk unggas nasional dengan mengoptimalkan penerapan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) serta penguatan Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Langkah ini menjadi bagian dari sistem penjaminan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi yang dipersyaratkan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kesejahteraan hewan (animal welfare) merupakan bagian integral dari ketahanan pangan nasional, keberlanjutan lingkungan, dan komitmen global, guna memastikan ternak dirawat dengan standar yang baik demi kesehatan produk dan perlindungan konsumen.

Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda menegaskan komitmenya untuk memastikan produk hewan yang beredar di pasar memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

"Merupakan komitmen kami untuk menyediakan produk hewan yang tidak hanya aman, tetapi juga ASUH yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," ujar Agung di Kantor Kementan Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wiratha, menekankan sektor perunggasan memegang peran strategis dalam penyediaan protein hewani nasional. Daging dan telur unggas menjadi sumber pangan utama masyarakat karena terjangkau dan mudah diperoleh, sehingga penguatan sektor ini harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Penguatan sektor perunggasan harus dilakukan secara komprehensif mulai dari budidaya, pemotongan di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), penanganan, pengolahan hingga distribusi. Peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan jaminan keamanan dan mutu produk serta penerapan kesejahteraan hewan secara berkelanjutan,” ujar Wiratha dalam Dialog Publik Optimalisasi Penerapan Kesejahteraan Hewan dan NKV, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, penerapan animal welfare tidak hanya menyangkut etika, tetapi berdampak langsung pada kesehatan ternak, efisiensi produksi, dan kualitas produk akhir. Dalam konteks tersebut, NKV menjadi instrumen penting untuk memastikan standar higiene dan sanitasi terpenuhi sekaligus meningkatkan daya saing produk serta kepercayaan konsumen baik ditingkat lokal maupun global.

Dari sisi perlindungan konsumen, perwakilan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, menegaskan konsumen berhak memperoleh produk yang aman, pilihan yang jelas, serta informasi yang transparan. Produk unggas harus terbebas dari kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik, serta disertai informasi akurat terkait asal produk, proses produksi, penyimpanan, hingga pelabelan.

Pandangan serupa disampaikan Denny Widaya Lukman dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University. Ia menjelaskan bahwa penerapan kesejahteraan hewan berbasis kaidah ilmiah memiliki korelasi langsung dengan kualitas dan keamanan produk. Penanganan ternak yang tepat dan minim stres sejak budidaya hingga pemotongan terbukti meningkatkan kesehatan dan produktivitas sekaligus memperkuat sistem penjaminan keamanan pangan.

Dari sisi industri, Jusmeinidar Jusran dari PT Charoen Pokphand Indonesia menyebut implementasi animal welfare berkontribusi pada penurunan penggunaan antibiotik dan angka kematian ternak, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Sementara itu, Roby T.D. Gandawijaya dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera menambahkan sistem pemeliharaan yang lebih baik termasuk ayam bebas sangkar menghasilkan produk unggas yang lebih aman dan berkualitas.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Optimalisasi Penerapan Kesejahteraan Hewan dan NKV yang memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penerapan standar kesejahteraan hewan, higiene dan sanitasi, transparansi pelaku usaha, edukasi publik, serta perlindungan konsumen.

Melalui sinergi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan konsumen, Kementan memastikan implementasi animal welfare dan NKV berjalan konsisten guna menjamin ketersediaan produk unggas nasional yang aman, bermutu, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Facebook Instagram Youtube X TikTok