Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Apresiasi Langkah Bandung Barat Kembangkan Kawasan Sapi Perah

25/02/2026 08:20:00 Hasrul 8

Jakarta – Kabupaten Bandung Barat dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu terbaik di Indonesia. Kondisi geografis yang sebagian perbukitan menjadikan wilayah ini sangat potensial untuk pengembangan sapi perah dan pertanian terpadu. Meski demikian, potensi besar tersebut belum tergarap secara optimal. Dari total kebutuhan industri pengolahan susu, kontribusi produksi lokal masih sekitar 30 persen. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan populasi ternak serta penguatan sistem produksi.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat, Amung Ma’mur, menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi. “Bandung Barat ingin meningkatkan populasi sapi perah dan ayam petelur, sekaligus memperbaiki kualitas pakan agar potensi ekonomi daerah bisa dimaksimalkan,” ujar Amung saat berkunjung bersama rombongan Komisi II DPRD Bandung Barat ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak. Ia juga menekankan kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci agar percepatan peningkatan populasi ternak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti, mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah yang berbukit sangat mendukung pengembangan sapi perah. “Bandung Barat dengan daerah perbukitan sangat cocok untuk sapi perah. Susu sudah kami hasilkan dan saat ini pengiriman ke pabrik dilakukan dua kali dalam seminggu,” kata Wiwin. Namun, ia mengakui kapasitas produksi masih perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri secara lebih besar.

Sebagai langkah strategis, pemerintah daerah menyiapkan pengembangan kawasan pegunungan sebagai sentra baru sapi perah. Selain itu, terdapat inisiatif pengembangan hingga puluhan ribu sapi perah di wilayah selatan Bandung Barat sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas produksi susu.

Tak hanya sapi perah, peluang pengembangan ayam petelur juga dinilai sangat menjanjikan. Selama ini, kebutuhan telur masyarakat Bandung Barat masih dipasok dari luar daerah. “Untuk ayam petelur, peluangnya sangat besar. Selama ini kami masih mendapatkan suplai dari luar. Ke depan kami ingin memperkuat organisasi peternak dan membentuk koperasi agar lebih mandiri,” ujar Wiwin.

Dalam mendukung industrialisasi peternakan, pemerintah daerah juga berharap mendapatkan dukungan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) berstandar nasional serta mendorong kehadiran pasar hewan. Tingginya minat masyarakat terhadap usaha pemotongan hewan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Pemerintah tidak mungkin melarang rumah potong rakyat tanpa solusi. Karena itu kami ingin menghadirkan RPH dan pasar hewan yang representatif agar tata kelolanya lebih baik. Harapannya ini dapat mendukung aktivitas peternak sekaligus memperkuat ekosistem usaha peternakan," ungkapnya. 

Upaya pengembangan tersebut juga diselaraskan dengan program pemerintah pusat, termasuk penguatan sektor pangan dan gizi. Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Umum, Ismatullah Salim, menyambut baik langkah tersebut. “Sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah sangat penting. Kami di Ditjen PKH siap mendukung pengembangan sapi perah, ayam petelur, serta penguatan kelembagaan peternak di Bandung Barat,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah pusat, DPRD, dan penguatan kelembagaan peternak, Bandung Barat optimistis mampu meningkatkan produksi susu dan telur secara signifikan. Target minimalnya adalah memenuhi kebutuhan sendiri tanpa ketergantungan pasokan dari luar daerah. Lebih jauh, pengembangan kawasan baru sapi perah dan penguatan infrastruktur peternakan diharapkan menjadikan Bandung Barat sebagai pusat peternakan modern yang berdaya saing.

Facebook Instagram Youtube X TikTok