Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Gerakan Pangan Murah Ramadan di Rejang Lebong Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

07/03/2026 09:25:00 Hasrul 8

Rejang Lebong – Seiring meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintah terus memperkuat langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah yang digelar pada Kamis, (5/3/2026). GPM memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan pengawasan distribusi pangan serta jaminan keamanan pangan asal hewan di daerah tersebut.

Sejumlah komoditas pangan pokok disediakan dengan harga terjangkau untuk masyarakat, di antaranya beras SPHP seharga Rp58.000 per kemasan 5 kg, gula pasir Maniskita Rp17.000/kg, dan minyak goreng Minyakita Rp15.000/kg. Selain itu, pada beberapa titik sebelumnya juga tersedia komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih dengan harga Rp32.000/kg.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Pangan Nasional, Rachmi Widiriani, menyampaikan bahwa GPM merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat selama Ramadan.

“Gerakan Pangan Murah ini bertujuan memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Selain kegiatan GPM, tim juga melakukan pemantauan harga telur di tingkat produsen dengan mengunjungi unit usaha ayam petelur Putra Mandiri Grup milik Seman Riadi di Kelurahan Air Bang, Kota Curup. Usaha ini menyediakan berbagai komponen usaha peternakan ayam petelur, mulai dari bibit, ayam pullet siap bertelur, telur konsumsi, pakan, hingga rak telur dan produk sampingan berupa pupuk dari kotoran ayam.

Telur ayam dipasarkan dalam satu karpet berisi 30 butir dengan harga bervariasi antara Rp45.000 hingga Rp55.000 tergantung ukuran telur atau jika dikonversi menjadi Rp25.000-Rp.30.000 per kilogram. Penjualan telur dari usaha ini umumnya dipasarkan di wilayah Bengkulu dan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Balai Veteriner Lampung juga melakukan pengambilan spesimen kesehatan ternak pada populasi sekitar 2.160 ekor ayam petelur strain Lohman. Sebanyak 60 ekor ayam diambil sampelnya berupa darah dan swab kloaka untuk pemeriksaan laboratorium.

Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan. 

“Pengambilan sampel ini dilakukan untuk memantau status kesehatan ternak melalui pemeriksaan antibodi terhadap penyakit Newcastle Disease (ND) dan Avian Influenza (AI), serta deteksi melalui metode PCR dan pemeriksaan bakteriologi. Selain itu, kami juga mengambil sampel telur untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat,” jelas Suryantana.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga teknis, kegiatan Gerakan Pangan Murah serta pemantauan kesehatan ternak ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga, ketersediaan pangan, serta menjamin keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. (*)

Facebook Instagram Youtube X TikTok