Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Dari Lampung untuk Indonesia: Hilirisasi Ayam Terintegrasi Perkuat Ketahanan Pangan

08/02/2026 08:33:00 Hasrul 5

Lampung Selatan – Kementerian Pertanian memulai pembangunan tahap pertama Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Jumat (6/2/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan protein hewani secara berkelanjutan.

Kegiatan groundbreaking di Provinsi Lampung dipusatkan di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dan dilaksanakan secara serentak di lima lokasi lainnya, yakni Kabupaten Bone (Sulawesi Selatan), Provinsi Gorontalo, Kabupaten Malang (Jawa Timur), Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari mengatakan kehadiran negara dalam pengembangan industri ayam terintegrasi tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat kapasitas produksi protein hewani di daerah. Menurutnya, pembangunan tahap pertama dirancang untuk menghasilkan output nyata yang dapat langsung mendukung kebutuhan nasional. “Negara hadir untuk memastikan pasokan protein hewani tetap terjaga dan terdistribusi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tri menjelaskan, pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Lampung diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan parent stock (PS) ayam petelur sebanyak 14.697 ekor dan PS ayam pedaging sebanyak 213.853 ekor. Selain itu, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang dibangun memiliki kapasitas pemotongan hingga 2.000 ekor per jam atau setara dengan produksi daging sekitar 6.134 ton per tahun.

Ia menambahkan, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi juga mendukung agenda strategis nasional, termasuk pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga pasokan ayam dan produk turunannya dapat tersedia secara konsisten, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Lampung sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini juga mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat,” tambah Marindo.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan pengembangan industri ayam terintegrasi di Lampung pada tahap pertama difokuskan pada penguatan kapasitas produksi dan pengolahan di daerah. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal dan memperkuat basis usaha perunggasan di Lampung.

“Kami ingin kehadiran industri ini memberi dampak langsung bagi daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar, " ujarnya. 

Ia menambahkan, pembangunan industri ayam terintegrasi tersebut diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja di sektor peternakan ayam hingga 6.910 orang, sekaligus meningkatkan peran Lampung dalam mendukung rantai pasok perunggasan nasional. “Dampaknya kami harapkan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh daerah dan masyarakat,” pungkasnya. 

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN, pembangunan tahap pertama Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di enam wilayah tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan industri perunggasan nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu menjamin ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Facebook Instagram Youtube X TikTok