Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Sinergi dengan Kalteng untuk Kemandirian Peternakan Unggas

06/02/2026 11:34:00 Hasrul 31

Jakarta - Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan subsektor peternakan unggas, seiring luasnya wilayah, ketersediaan lahan, serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap telur dan daging ayam. Namun, hingga kini pemenuhan kebutuhan tersebut masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan dan peluang bagi Kalimantan Tengah untuk memperkuat kemandirian peternakan melalui pengembangan sistem usaha yang terintegrasi, berkelanjutan, dan didukung kebijakan nasional.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian, menerima kunjungan kerja DPRD Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam pengembangan subsektor peternakan unggas. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mendalami berbagai program strategis nasional, khususnya pengembangan peternakan ayam terintegrasi.

Rombongan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dipimpin oleh Riska Agustin, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, didampingi Junaidi, Wakil Ketua III, beserta tim. Rombongan disambut langsung oleh Harry Suhada, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementerian Pertanian, bersama jajaran di Kantor Kementan, Kamis (5/2/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis, dengan fokus pada peluang implementasi program nasional di tingkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Riska Agustin menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki ketertarikan besar untuk menyinergikan program Kementerian Pertanian dengan kebutuhan peternak di daerah. Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terkait mekanisme peternakan terintegrasi, agar program nasional dapat berjalan efektif dan benar-benar menyentuh pelaku usaha peternakan di Kalimantan Tengah.

Riska juga menyoroti peran DPRD tidak hanya sebagai penyalur aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai penghubung informasi dan peluang usaha bagi peternak serta pelaku usaha daerah. "Sinergi yang kuat diharapkan mampu mendorong kontribusi Kalimantan Tengah dalam mendukung program Presiden terkait ketahanan pangan dan stabilitas pasokan komoditas strategis, khususnya unggas," ujar Riska Agustin.

Lebih lanjut, Riska mengungkapkan bahwa meskipun Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang sangat luas, ketergantungan terhadap pasokan bahan baku dari Pulau Jawa masih cukup tinggi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan peternakan ayam petelur dan pedaging di daerah. Tingginya permintaan telur dan daging ayam, ditambah dengan kebutuhan pasar lokal yang belum sepenuhnya terpenuhi, menjadikan sektor ini prospektif, termasuk bagi peternak pemula dan investor lokal.

Menanggapi hal tersebut, Harry Suhada menjelaskan secara komprehensif arah kebijakan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Ia menyampaikan bahwa peran Kementerian Pertanian adalah menyusun regulasi, menyiapkan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, serta research dan Development kegiatan pengembangan sistem perunggasan terintegrasi dari hulu ke hilir. "Program ini dirancang untuk mendorong pemerataan sentra produksi ayam dan telur, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menjaga stabilitas harga," ungkap Harry Suhada.

Dalam skema tersebut, kegiatan budidaya ayam akan dijalankan oleh peternak, koperasi, dan UMKM. Sementara penyediaan DOC, pakan, dan sarana pendukung lainnya difasilitasi oleh BUMN. Hasil produksi peternak nantinya akan diserap kembali oleh BUMN melalui pola kemitraan yang diatur dalam regulasi.  

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mendorong pengembangan peternakan unggas di Kalimantan Tengah. Implementasi program peternakan terintegrasi diyakini dapat mempercepat tumbuhnya peternak lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga komoditas unggas di wilayah Kalimantan Tengah.

Facebook Instagram Youtube X TikTok