Select Page

Bogor– Menjadi langkah penting memilih hewan kurban sesuai dengan syariat islam, agar ibadah kurban berjalan sempurna.  Pemilihan hewan kurban yang tepat tidak hanya memastikan sahnya ibadah namun memastikan bahwa hewan kurban sehat agar memaksimalkan manfaat bagi penerima daging kurban, sehingga nantinya dapat diperoleh daging kurban yang aman dan layak untuk dikonsumsi oleh penerima manfaat daging kurban (safe & suitable for human consumption).

Agar ibadah kurban dapat diterima dan sesuai dengan ketentuan, umat muslim harus memastikan hewan yang dipilih sehat, layak, dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban sesuai dengan ajaran Islam.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih hewan kurban

  1. Sehat (dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH)
  2. Tidak cacat
  3. Tidak buta, tidak pincang, tidak patah tanduknya, tidak cacat telinga.
  4. Tidak kurus
  5. Hewan kurban memiliki nafsu makan yang baik, lincah, mata bersinar, bulu tidak kusam
  6. Sebaiknya berjenis kelamin Jantan, testis simetris, jika betina tidak dalam keadaan bunting.
  7. Cukup umur
    • Domba/kambing di atas 1 tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap,
    • Sapi/kerbau telah berusia di atas 2 tahun atau ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap),
  8. Panduan di tempat penjualan hewan kurban
    • Mendapat izin dari Pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya
    • Memiliki lahan, pagar atau pembatas yang cukup agar hewan tidak berkeliaran
    • Pastikan Memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
    • Secara administrasi hewan kurban yang diperdagangkan harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan oleh otoritas veteriner / dinas yang membidangi fungsi peternakan dari daerah asal ternak. Berdasarkan Permentan No 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, SKKH paling sedikit memuat informasi mengenai: [nama pemilik, alamat pemilik, jenis hewan, jumlah hewan, jenis kelamin hewan, daerah asal hewan, status kesehatan hewan dan status situasi penyakit hewan daerah asal.
    • Lokasi tidak bedekatan dengan peternakan (sapi, kambing, domba)
    • Tersedia lokasi pemotongan hewan bersyarat untuk hewan ambruk dan tidak dapat disembuhkan
    • Hewan kurban yang tidak terjual, dianjurkan di potong di RPH terdekat, tidak dilalulintaskan ke daerah asal/lain
  9. Proses Pemotongan hewan dan penanganan
  10. Proses pemotongan, mulai dari sembelih sampai pemisahan daging tidak terlalu lama
    • Jangan tumpuk hewan yang telah disembelih tetapi belum dipisahkan kulit dan dikeluarkan jeroannya (terutama pada tempat yang panas) ➜ cepat terjadi pembusukan daging/karkas
    • Daging yang telah dipisahkan segera dibawa ke tempat yang bersih (tempat pembagian daging)
    • Orang yang menangani Hewan, terpisah dengan yang menangani daging dan jeroan
    • Pisahkan jeroan merah dan jeroan hijau
    • Jeroan merah: paru, jantung, hati, limpa, ginjal
      Jeroan hijau: perutan, usus
    • Jeroan hijau dicuci bersih; air buangannya jangan disalurkan ke selokan/sungai, buang ke septic tank atau lubang
    • Tempat pencucian jeroan terpisah dengan daging
    • Daging dihindari terkena isi jeroan, kotoran, tanah, dan benda kotor lainnya
    • Tempat penanganan daging (pemotongan bagian-bagian daging) harus bersih dan selalu dijaga kebersihannya
    • Daging dan jeroan tidak langsung diletakkan di atas lantai ➜ beri alas yang bersih (plastik bersih dan tidak diinjak oleh alas kaki atau kaki) atau masukkan dalam wadah khusus
  11. Penanganan daging
    • Sebaiknya tangan orang-orang yang menangani daging selalu dijaga bersih: cuci tangan sebelum menangani daging
    • Usahakan agar daging tidak banyak dihinggapi lalat, tetapi jangan gunakan insektisida (obat nyamuk) karena residunya dapat bersifat racun jika terkena daging kurban
    • Tidak merokok, meludah pada atau disekitar daging
    • Pisahkan dan buang/musnahkan bagian daging/organ yang tidak aman dan atau tidak layak untuk dikonsumsi
  12. Pengemasan daging
    • Gunakan wadah/kantong plastik yang sesuai untuk makanan dan upayakan yang ramah lingkungan
    • Pisahkan daging dan jeroan pada kantong atau wadah berbeda, minimal 3 yaitu wadah untuk daging, jeroan merah, dan jeroan hijau
    • Distribusikan daging/jeroan kurang dari 5 jam

Informasi video kurban dapat diakses disini

  1. Cara memilih hewan kurban
    https://youtube.com/shorts/JbEzdjfWjII
  2. Cara cek umur hewan kurban dari gigi nya
    https://youtube.com/shorts/HAaC2U2wpOY
  3. Mengkondisikan hewan kurban sebelum dilakukan penyembelihan
    https://youtube.com/shorts/NOgWFuQ6OQc
  4. Teknik perobohan hewan kurban
    https://youtu.be/rZW0rt320dk
  5. Syarat teknis pemotongan hewan kurban
    https://youtube.com/shorts/xyM0BOnPNSM
  6. Penanganan daging hewan kurban
    https://youtu.be/WWrG-9-skM8

Hits: 16

Share and Enjoy !

Shares
Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Print
1
Hallo .. Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by
FacebookTwitterInstagramTikTokYoutubeEmail
Skip to content