Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Pengembangan Ayam Petelur, Dorong Produksi dan Kesejahteraan Peternak

02/04/2026 08:27:00 Hasrul 142

Jakarta – Kementerian Pertanian terus memperkuat program pengembangan ayam petelur sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas produksi telur nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat dan memperkuat kepastian usaha bagi pelaku industri perunggasan.

Penguatan ini dilakukan melalui kegiatan Koordinasi Pengembangan Ayam Petelur Tahun Anggaran 2026 yang digelar secara daring pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan program berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi peternak.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Hary Suhada, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi peternak.

“Program ini harus memberikan dampak nyata, tidak hanya pada peningkatan produksi telur nasional, tetapi juga terhadap kesejahteraan peternak. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang disiplin, serta pengawasan yang berkelanjutan,” tegasnya di Kantor Kementerian Pertanian (30/3/2026).

Pada tahun 2026, Kementan menargetkan penyaluran 44.400 ekor ayam petelur kepada 74 kelompok peternak, dengan dukungan anggaran sebesar Rp14,78 miliar melalui 19 satuan kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi peternak sekaligus menjaga ketersediaan telur di pasar. Bagi pelaku usaha, peningkatan produksi yang terencana ini memberikan kepastian pasokan yang lebih stabil, sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan berdaya saing.

Kementan juga memastikan program berjalan semakin berkualitas melalui penguatan sistem pengawasan dan pembelajaran dari pengalaman sebelumnya. Perwakilan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Dyah Wodoretno, menekankan pentingnya penguatan pelaksanaan berbasis evaluasi.

“Rekomendasi hasil pengawasan pada tahun sebelumnya harus menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti secara serius. Hal ini penting sebagai langkah mitigasi risiko agar potensi kendala yang pernah terjadi tidak terulang kembali, serta untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program secara menyeluruh,” ujarnya.

Di tingkat daerah, dukungan terhadap keberhasilan program juga semakin kuat. Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Bangka Belitung, Intan Rahayu, memastikan kesiapan pendampingan intensif bagi peternak penerima manfaat.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai pedoman, serta memberikan pendampingan intensif kepada kelompok penerima. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya tersalurkan dengan baik, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, terukur, dan berbasis pengawasan, program ini diyakini mampu meningkatkan produksi telur nasional sekaligus menjaga kestabilan harga di tingkat peternak.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penguatan program ayam petelur merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem peternakan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peternak serta pelaku usaha, sekaligus memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. (*)

Facebook Instagram Youtube X TikTok