Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Pastikan Perdagangan Sapi Hidup Kian Terbuka, Peternak dan Pelaku Usaha Diuntungkan

13/01/2026 09:34:00 Hasrul 11

Subang — Pemerintah memastikan perdagangan sapi hidup kini berjalan lebih terbuka dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha. Melalui fasilitasi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) memperoleh kepastian akses transaksi langsung dengan pelaku usaha penggemukan sapi pedaging (feedloter). Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga daging sapi nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Sebagai tindak lanjut kebijakan stabilisasi harga, Kementan melaksanakan kunjungan ke feedlot PT Baqara Muda Perkasa (BMP) di Subang, Jawa Barat. Kunjungan tersebut mempertemukan langsung pihak feedloter dengan perwakilan APDI untuk membahas solusi atas keterbatasan akses pembelian sapi hidup di pasar.

Direktur Eksekutif Gapuspindo, Djoni Liano, menyatakan pihaknya berkomitmen melayani seluruh pembeli termasuk dari APDI, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku seperti kepemilikan ESCAS (Export Supply Chain Assurance System).

“Kami mencoba memfasilitasi antara pemilik sapi dengan yang akan membeli sapi supaya harga di konsumen bisa terjangkau sehingga ada mutual benefit di sini,” ujar Djoni saat kunjungan ke PT BMP, Kamis (8/1/2026).

Djoni menilai keterbukaan perdagangan ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak. APDI memperoleh kepastian pasokan, sementara feedloter mendapatkan jaminan penyerapan ternak secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi fondasi penting bagi stabilitas harga dan keberlanjutan industri sapi pedaging nasional.

Ketua Kelompok Pemasaran Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Andri Hanindyo Wibowo, menegaskan bahwa pemerintah hadir sebagai penjamin keseimbangan antara pedagang dan feedloter agar rantai pasok sapi hidup tetap sehat.

“Kami memfasilitasi dialog ini agar tidak ada pihak yang dirugikan. APDI dan feedloter sama-sama pelaku penting. Kolaborasi hulu–hilir adalah kunci menjaga pasokan, stabilitas harga, dan keberlanjutan usaha,” ujar Andri. Andri menambahkan, Kementan terus memantau ketersediaan sapi di feedlot menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok cukup dan harga tetap terjangkau,” ujarnya.

Perwakilan APDI, Wildan, mengapresiasi langkah Kementan dan Gapuspindo yang mempertemukan kedua pihak. “Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini, ke depan kita akan lebih baik dari hulu sampai hilir,” katanya.

Langkah fasilitasi ini menegaskan tanggung jawab negara dalam melindungi pelaku usaha, terutama feedloter, agar ekosistem perdagangan sapi hidup di Indonesia berjalan transparan, adil, dan berkelanjutan.

Facebook Instagram Youtube X TikTok