Kementan Lirik Pasar Senegal, Dorong Pelaku Usaha Nasional Perluas Ekspor Peternakan
Jakarta —Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan kesiapannya untuk memperluas kerja sama dengan pemerintah Senegal, khususnya dalam bidang kesehatan hewan dan program peternakan yang berkelanjutan. Hal itu mengemuka saat kunjungan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Republik Senegal, Ardian Wicaksono, di Kantor Kementan pada Rabu (12/11/2025). Kunjungan ini bertujuan menjajaki peluang kerja sama di sektor pertanian, salah satunya pengembangan perunggasan.
Ardian menyampaikan adanya kebutuhan mendesak di Senegal untuk mengembangkan usaha peternakan unggas secara komprehensif dari hulu hingga hilir.
“Kami berharap kerja sama di bidang pertanian, peternakan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dapat terus diperkuat sebagai wujud implementasi nyata dari MoU kerja sama bilateral antara Indonesia dan Senegal,” ujar Ardian.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa Indonesia siap memperluas kerja sama di bidang produksi obat dan vaksin hewan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan peternakan di negara sahabat.
Ia menambahkan bahwa Kementan secara konsisten mendorong pelaku usaha besar di subsektor peternakan untuk memperluas pasar ke tingkat global, sebagai bagian dari diplomasi ekonomi dan peningkatan daya saing nasional.
“Kami siap bekerja sama di bidang produksi obat dan vaksin hewan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai swasembada protein, sehingga ketika kapasitas produksi dalam negeri tercapai, pasar swasta dapat kita dorong untuk berekspansi ke luar negeri,” ujar Agung.
Sebelumnya, Indonesia telah memfasilitasi peningkatan kapasitas kepada Pemerintah Senegal melalui pelatihan Inseminasi Buatan di Balai Besar Ineseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan subsektor peternakan di Senegal melalui transfer pengetahuan dan teknologi reproduksi ternak, sekaligus memperkuat hubungan teknis antara kedua negara di bawah payung kerja sama Selatan–Selatan.