Kementan Dorong Sinergi Hulu Hilir dalam Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat realisasi program hilirisasi ayam terintegrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem perunggasan nasional. Program ini diarahkan untuk membangun sistem yang lebih terhubung dari hulu-hilir guna meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan pelaku usaha di sektor peternakan.
Kementan menekankan pentingnya penguatan kendali di sektor hulu sebagai fondasi utama pengembangan ekosistem hilirisasi ayam. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, menjelaskan bahwa kendali ini menjadi kunci untuk mengarahkan arah dan memastikan koordinasi seluruh rantai pasok.
“Dengan menguatkan kendali di hulu, kita dapat mengarahkan budidaya sekaligus merangkul seluruh pelaku usaha mulai dari peternak, koperasi, hingga unit produksi lainnya agar masuk ke dalam ekosistem yang terintegrasi,” ujarnya pada Selasa (31/3/2026).
Percepatan implementasi program dinilai turut perlu dilakukan secara terstruktur dan kolaboratif. Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Peternakan, Ali Agus, menekankan bahwa sinergi antar pelaku menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Percepatan program perlu dilakukan secara terukur, cepat, tepat, dan memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, dua motor penggerak utama, yakni industri, khususnya BUMN sebagai pengendali sektor hulu, serta mitra di tingkat operasional. Keduanya perlu didorong bergerak secara paralel dan saling terintegrasi agar implementasi program berjalan efektif,” jelasnya.
Di sisi lain, aspek regulasi juga menjadi perhatian penting dalam mendukung percepatan realisasi program. Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna menekankan perlunya percepatan proses perizinan, khususnya terkait tata ruang dan lingkungan.
“Aspek perizinan menjadi salah satu faktor krusial yang perlu diperhatikan, khususnya terkait kesesuaian tata ruang (PKKPR) dan perizinan lingkungan. Penyederhanaan dan percepatan proses ini penting agar implementasi program dapat berjalan lebih lancar,” ungkapnya.
Hilirisasi ayam terintegrasi selain membuka peluang peningkatan pendapatan bagi peternak dan pelaku usaha lokal, juga diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga produk unggas di pasar. Dalam jangka panjang, langkah ini turut memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani serta mendorong pertumbuhan ekonomi di subsektor peternakan. (*)