Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Dorong Investasi Ayam Petelur, Peluang Usaha Menjanjikan dan Perkuat Peternak Rakyat

16/03/2026 11:11:00 Hasrul 6

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan investasi di sektor ayam petelur guna memperkuat ekonomi peternak rakyat sekaligus menjaga pasokan telur nasional. Program pengembangan ini juga ditujukan untuk mendukung kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan telur dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Melalui penguatan investasi tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas peternak rakyat secara berkelanjutan sekaligus memperoleh kepastian pasar dan pendapatan yang lebih stabil.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan penguatan subsektor peternakan membutuhkan dukungan investasi dan tata kelola yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Penguatan tata kelola dari hulu ke hilir penting agar program berdampak langsung pada peternak dan ekonomi daerah," ujarnya saat meninjau peternakan ayam petelur milik haji Ahmad, Sabtu (14/3/2026).

Menurut Agung, investasi pada pengembangan ayam petelur tidak hanya memperkuat kapasitas produksi nasional, tetapi juga membuka ruang kemitraan antara pelaku usaha dengan peternak rakyat. Dengan dukungan teknologi budidaya yang lebih baik serta akses terhadap bibit dan pakan yang berkualitas, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan telur di pasar.

Kepala Balai Veteriner Subang, Putut Eko Wibowo, menekankan pentingnya menjaga kesehatan hewan dalam pengembangan usaha ayam petelur agar produktivitas ternak tetap optimal dan risiko penyakit dapat ditekan.

“Upaya menjaga kesehatan hewan melalui penerapan biosekuriti, pengawasan kesehatan ternak, serta deteksi dini penyakit menjadi kunci agar produktivitas ayam petelur tetap terjaga dan usaha peternak dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Deasy Zamanti, Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang yang rutin memberikan pendampingan kepada haji Ahmad, menilai peningkatan produktivitas peternak juga sangat ditentukan oleh penerapan manajemen budidaya yang baik.

“Penerapan budidaya yang baik, mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen pakan, hingga sistem perkandangan yang optimal akan sangat menentukan tingkat produksi telur yang dihasilkan peternak,” katanya.

Selain itu, kebutuhan telur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis dinilai membuka peluang usaha yang besar bagi sektor peternakan ayam petelur di berbagai daerah. Permintaan telur yang stabil dari program tersebut diperkirakan dapat memberikan kepastian pasar bagi peternak rakyat.

Bagi peternak, peluang usaha ayam petelur dinilai sangat menjanjikan. Tingkat produksi ayam petelur dapat mencapai hingga 90 persen apabila didukung manajemen budidaya yang baik, termasuk pakan berkualitas, kesehatan ternak, serta sistem perkandangan yang optimal.

Haji Ahmad, peternak ayam petelur di Bogor yang dikunjungi dalam kegiatan tersebut, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak agar produktivitas telur semakin optimal.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pemeliharaan agar produktivitas telur bisa meningkat sesuai dengan potensi produksi dari ayam yang kami pelihara,” ujarnya.

Melalui penguatan investasi dan penerapan budidaya yang baik, Kementan berharap usaha ayam petelur rakyat dapat terus berkembang sehingga peternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh keuntungan yang lebih stabil. (*)

Facebook Instagram Youtube X TikTok