Jagung Mahal Bikin Peternak Resah? Kementan Punya Jurus Rahasia

Jakarta – Harga pakan yang stabil jadi fondasi penting bagi keberlanjutan usaha peternakan. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) guna memastikan harga tetap terkendali dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi ini dibahas dalam audiensi di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (25/7). Agenda pertemuan mencakup ketersediaan bahan baku, strategi pengendalian harga, hingga peluang investasi di sektor sapi perah dan sapi potong.

Ketua Umum GPMT Desianto B. Utomo menegaskan komitmen mendukung langkah pemerintah. “Kami siap memastikan pasokan bahan baku aman dan harga pakan tetap terjangkau demi keberlanjutan industri peternakan,” ujarnya.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari menyoroti peran penting pengendalian harga jagung sebagai bahan utama pakan. “GPMT harus aktif menjaga stabilitas, baik lewat kebijakan internal maupun komunikasi dengan para trader jagung,” tegasnya.

Tak hanya soal pakan, Kementan juga mengajak GPMT ikut berinvestasi dalam pengembangan sapi perah dan sapi potong melalui pola kemitraan, pemeliharaan mandiri, hingga mekanisme joinshipment.

“Kolaborasi ini harus berkelanjutan agar mampu memperkuat ekosistem peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Tri Melasari.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meredam potensi fluktuasi harga bahan baku pakan sekaligus memperkuat keberlanjutan industri peternakan Indonesia.