Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Investasi Sapi Terus Didorong, Peternak Dapat Peluang Usaha dan Kepastian Pasar

05/04/2026 08:30:00 Hasrul 11

Bogor – Peternak sapi perah dan sapi pedaging mulai merasakan semakin terbukanya peluang usaha seiring langkah pemerintah memperkuat investasi subsektor peternakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini tidak hanya mendorong peningkatan kebutuhan pangan, tetapi juga menghadirkan kepastian pasar jangka panjang bagi peternak, khususnya untuk komoditas susu dan daging sebagai sumber protein masyarakat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa investasi harus memberikan manfaat langsung bagi peternak.

“Investasi yang kita dorong bukan sekadar menambah populasi, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi peternak. Kita ingin ada kemitraan yang kuat, ada transfer pengetahuan, dan ada kepastian pasar sehingga peternak bisa tumbuh bersama,” ujar Agung saat meninjau peternakan PT Rejo Sari Bumi Tapos, Bogor, Rabu (1/4/2026).

Dampak investasi mulai terlihat di lapangan. Hasil monitoring tersebut menunjukkan peningkatan populasi ternak sebagai bagian dari implementasi investasi. Populasi sapi perah di lokasi tersebut kini mencapai sekitar 600 ekor. Pada awal 2026, terdapat tambahan 289 ekor indukan bunting sapi perah jenis Jersey yang diimpor melalui skema investasi Koperasi Gapura Bhumi Mandiri sebagai bagian dari Mazaraat Dairy Ecosystem bersama 19 perusahaan mitra.

Skema ini juga memperluas peluang kemitraan antara pelaku usaha dan koperasi, sehingga peternak dapat terlibat langsung dalam rantai produksi dan memperoleh manfaat ekonomi.

Ketua Koperasi Gapura Bhumi Mandiri, Jamie Najmi, menyampaikan komitmennya dalam membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan.

“Kami tidak hanya berinvestasi pada ternak, tetapi juga pada sistem dan kemitraan. Tujuannya adalah menciptakan model usaha yang berkelanjutan, produktif, dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak lokal,” ujarnya.

Selain peningkatan populasi sapi, pengembangan usaha juga diarahkan pada diversifikasi melalui rencana pengembangan kambing perah jenis Saanen sebagai alternatif sumber susu sekaligus sarana pembelajaran bagi peternak.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi peternak melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan pasar.

Dengan bertambahnya populasi ternak dan investasi yang terus berjalan, pasokan susu dan daging nasional diharapkan semakin kuat untuk mendukung Program MBG serta meningkatkan kesejahteraan peternak.

Kementan memastikan seluruh proses investasi berjalan dengan pengawasan ketat, memenuhi prinsip kesehatan hewan, keamanan pangan, dan keberlanjutan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak dan masyarakat. (*)

Facebook Instagram Youtube X TikTok