Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Indonesia AS Perkuat Kerja Sama Pertanian lewat Misi USDA

06/02/2026 11:36:00 Hasrul 4

Jakarta - Kementerian Pertanian menyambut kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri (Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs USDA), Luke J. Lindberg, di Jakarta, Rabu (4/2/2026). Kunjungan ini dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dalam kunjungan tersebut, Lindberg melibatkan puluhan eksportir dan pelaku agribisnis Amerika Serikat. Agenda pertemuan difokuskan pada pendalaman dialog perdagangan pertanian yang saling menguntungkan, termasuk tindak lanjut perundingan perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia–Amerika Serikat. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan subsektor peternakan nasional. Menurutnya, peternak rakyat dan produsen kecil merupakan fondasi penting dalam sistem pangan nasional yang perlu dilindungi dan diperkuat.

“Peternak rakyat dan produsen kecil adalah tulang punggung subsektor peternakan kita. Setiap kerja sama perdagangan perlu dikaji secara cermat agar tidak hanya mendorong arus perdagangan, tetapi juga mendukung pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi peternak dalam negeri,” ujar Agung.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama teknis dengan USDA, khususnya di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing subsektor peternakan nasional di tengah dinamika perdagangan global.

“Penguatan biosekuriti, alih teknologi, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan peternakan nasional. Melalui kerja sama teknis, kami berharap dapat mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk peternakan,” ungkap Agung.

Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memimpin misi dagang ke Jakarta dengan tujuan memperluas akses pasar, meningkatkan ekspor produk pertanian Amerika, serta memanfaatkan peluang yang terbuka melalui Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS–Indonesia. Misi ini melibatkan 41 perusahaan agribisnis, organisasi perdagangan, serta perwakilan dari tiga departemen pertanian tingkat negara bagian.

Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg menilai misi ini sebagai langkah konkret untuk menerjemahkan peluang perjanjian dagang menjadi transaksi nyata. “Misi ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengubah peluang dari perjanjian dagang bersejarah dengan Indonesia menjadi penjualan nyata bagi petani dan produsen Amerika. Indonesia adalah salah satu pasar terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, dengan permintaan yang terus meningkat terhadap produk pertanian berkualitas tinggi dari Amerika Serikat,” kata Lindberg.

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS–Indonesia membuka peluang besar bagi ekspor produk pertanian kedua negara, sekaligus memperkuat kemitraan pertanian kedua negara secara berkelanjutan.

Facebook Instagram Youtube X TikTok