Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Hasil Uji Lebih Akurat, Peternak Lebih Tenang: Kementan Perkuat Laboratorium dengan Teknologi UHPLC

22/01/2026 08:58:00 Hasrul 4

Bogor — Bagi peternak, hasil uji laboratorium bukan sekadar angka. Di sanalah kepastian usaha ditentukan: apakah produk ternak dinyatakan aman, bermutu, dan layak dipasarkan. Menyadari hal itu, Kementerian Pertanian memastikan negara hadir melindungi peternak melalui penguatan kemampuan laboratorium, salah satunya dengan penguasaan teknologi Ultra High Performance Liquid Chromatography (UHPLC).

Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan UHPLC yang diselenggarakan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) pada 6–15 Januari 2026. Pelatihan ini diikuti seluruh staf laboratorium kimia, sebagai bagian dari upaya Kementan memastikan hasil pengujian produk hewan semakin akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil uji yang presisi mempercepat proses sertifikasi, mengurangi risiko penolakan produk, serta memberikan kepastian mutu yang meningkatkan daya saing hasil ternak di pasar. Dengan demikian, peternak tidak dirugikan oleh ketidakpastian data uji, sekaligus terlindungi dari potensi sengketa mutu produk.

Kepala Balai BPMSPH Bogor, Dinar Hadi Wahyu Hartawan, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi analis laboratorium merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan layanan pengujian yang andal bagi sektor peternakan.

“Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan para analis memiliki kompetensi yang memadai dalam mengoperasikan instrumen UHPLC. Dengan kemampuan yang terus diperbarui, kami berharap hasil pengujian semakin akurat, andal, dan memenuhi standar mutu yang berlaku,” ujar Dinar, Senin (19/1/2026).

Selama pelatihan, para analis dibekali pemahaman menyeluruh mulai dari prinsip dasar kromatografi cair, perbedaan UHPLC dengan HPLC konvensional, hingga keunggulan UHPLC dalam menghasilkan resolusi pemisahan yang lebih baik, analisis lebih cepat, dan sensitivitas lebih tinggi. Kemampuan ini menjadi fondasi penting agar setiap sampel produk peternak diuji dengan standar yang setara dan berkeadilan.

Tidak hanya teori, peserta juga menjalani praktik langsung, mulai dari ekstraksi sampel hingga interpretasi hasil uji. Pendekatan ini memastikan penguasaan alur kerja pengujian secara utuh, sehingga kesalahan teknis yang berpotensi merugikan peternak dapat diminimalkan.

Salah satu narasumber pelatihan, Anggi, menjelaskan pentingnya keseimbangan antara pemahaman konsep dan keterampilan teknis. “Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar UHPLC, tetapi juga keterampilan teknis pengoperasian alat, pemeliharaan instrumen, serta analisis data. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pengujian sehari-hari,” jelasnya.

Dalam sesi lanjutan, peserta mendalami teknik ekstraksi dan analisis berbagai parameter penting bagi produk peternakan, seperti trehalose, gula-gula, vitamin, hingga aflatoksin. Parameter-parameter ini berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan nilai jual produk hasil ternak.

Melalui penguatan teknologi dan kompetensi analis laboratorium, Kementerian Pertanian memastikan setiap produk peternak diuji dengan metode yang akurat, konsisten, dan sesuai standar. Dengan hasil uji yang semakin terpercaya, peternak memperoleh kepastian usaha, konsumen terlindungi, dan negara hadir menjamin sistem pengujian yang adil dan berpihak pada pelaku utama sektor peternakan.

Facebook Instagram Youtube X TikTok