Bulan Vaksinasi PMK 2026 Dimulai, Kementan Salurkan 4 Juta Dosis Vaksin
Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi memulai gerakan Bulan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Januari 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengendalikan dan menekan penyebaran PMK di Indonesia. Tahun ini, pemerintah menyiapkan sebanyak 4 juta dosis vaksin PMK dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung vaksinasi di 29 provinsi endemik.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa vaksinasi PMK menjadi pilar utama dalam strategi nasional pengendalian penyakit hewan menular tersebut. Menurutnya, langkah ini tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif untuk menjaga kesehatan ternak secara berkelanjutan.
“Vaksinasi PMK merupakan langkah strategis dan krusial untuk menekan penyebaran penyakit. Pemerintah berkomitmen menjamin ketersediaan vaksin yang aman, bermutu, dan tepat waktu. Distribusi perdana vaksin PMK Tahun 2026 ini menjadi bagian penting dari peta jalan pengendalian PMK nasional,” ujar Agung di Kantor Kementan Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Pelaksanaan Bulan Vaksinasi PMK tahun ini dilakukan dalam dua periode, yakni Januari–Maret dan Juli–September. Skema vaksinasi dua kali dalam setahun tersebut diterapkan untuk menjaga tingkat kekebalan ternak terhadap virus PMK agar tetap optimal.
Sebagai tahap awal, distribusi perdana vaksin PMK telah dilaksanakan pada 14 Januari 2026. Pada pengiriman tahap pertama ini, vaksin disalurkan ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 30.000 dosis dan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 100.000 dosis sebagai wilayah prioritas.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Hendra Wibawa, mengimbau para peternak untuk berperan aktif menyukseskan program vaksinasi PMK dengan mengikuti seluruh tahapan vaksinasi serta kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang dilakukan petugas di lapangan.
“Saat ini vaksinasi PMK dilaksanakan secara bertahap berbasis zonasi untuk memastikan perlindungan maksimal ternak di setiap wilayah. Tahap pertama dilakukan pada Januari–Maret dan akan diulang pada Juli–September, dengan total alokasi vaksin sekitar empat juta dosis,” jelas Hendra.
Melalui pelaksanaan Bulan Vaksinasi PMK Tahun 2026, pemerintah berharap pengendalian PMK dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu menekan risiko penyebaran penyakit, menjaga kesehatan ternak, serta mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan hewani nasional.