Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Investor Malaysia Bidik Aceh, Kementan Dorong Kemandirian Peternakan Nasional

26/12/2025 08:05:00 Hasrul 26

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya memperkuat produksi susu, telur, dan daging nasional melalui investasi terarah di subsektor peternakan, dengan Aceh sebagai salah satu fokus pengembangan. Dalam pertemuan dengan investor asal Malaysia, Vie Santi, Kementan mendorong rencana pembangunan peternakan di Aceh untuk memasok kebutuhan dalam negeri sekaligus mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 80 persen kebutuhan susu dan sebagian besar dipenuhi dari impor dalam bentuk susu bubuk.

“Prioritas kami ke depan adalah investasi yang memperkuat produksi dalam negeri,” ujar Agung di Kantor Kementan Jakarta, Rabu (24/12/2025). Ia menegaskan bahwa daging dan susu yang masuk ke Indonesia wajib berasal dari unit usaha yang telah disetujui pemerintah. Seluruh proses  rekomendasi perizinan di Ditjen PKH disebut telah berjalan secara daring.

Selain sapi perah, pemerintah menyiapkan pengembangan ekosistem ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir guna memperkuat pasokan telur dan daging ayam di wilayah defisit seperti Aceh yang selama ini banyak bergantung suplai dari Sumatera Utara. Mulai awal 2026, pemerintah merencanakan pembangunan ayam terintegrasi di 30 provinsi, dengan tahap awal di 13 provinsi termasuk Aceh, melalui dukungan BUMN sebagai penyedia pakan, bibit, termasuk juga sebagai offtaker.

Agung menyebut secara nasional Indonesia sudah swasembada telur dan daging ayam, namun produksi masih terkonsentrasi sekitar 63 persen di Pulau Jawa. “Dengan dukungan Badan Pangan Nasional, kami ingin memperlancar logistik dan menyiapkan produksi langsung di wilayah defisit. Perusahaan mitra Malaysia diharapkan dapat berkontribusi memperkuat produksi di Aceh, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan di Aceh, tetapi ke depan berpotensi mengekspor daging ayam dan telur ke Malaysia,” katanya.

Dari sisi investor, Vie Santi menyampaikan rencana suplai susu bubuk khusus untuk pasar Aceh serta minat berinvestasi di sektor sapi perah dan ayam petelur secara terpadu. Ia menegaskan kesiapan perusahaannya mematuhi seluruh regulasi Indonesia, mulai dari perizinan, standar kesehatan hewan hingga keamanan pangan, sekaligus membuka ruang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal di sektor peternakan.

“Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan peternakan di kawasan, dengan dukungan pasar domestik yang kuat dan sumber daya yang memadai. Kami melihat peluang untuk berkontribusi pada penguatan produksi dalam negeri melalui investasi jangka panjang,” ujar Vie Santi. Dalam kerangka kerja sama Indonesia–Malaysia, ia juga menawarkan diri menjadi penghubung dengan kementerian terkait di Malaysia untuk memperlancar koordinasi dagang dan investasi komoditas peternakan.

Kementan menegaskan bahwa setiap rencana investasi dan pemasukan komoditas peternakan akan dijalankan secara terukur, berkelanjutan, serta selaras dengan kebijakan nasional, dengan tujuan utama memperkuat kemandirian pangan dan kesejahhteraan peternak rakyat.

Facebook Instagram Youtube X TikTok