Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Di Hadapan Komisi IV DPR RI, Mentan Amran Pastikan Pangan Hewani Aman Jelang Ramadan

05/02/2026 08:09:00 Hasrul 10

JAKARTA — Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis, termasuk komoditas pangan hewani, berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini disampaikan berdasarkan hasil pemantauan proyeksi neraca pangan nasional serta evaluasi lapangan yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta kementerian dan lembaga terkait di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Rapat membahas langkah persiapan serta pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan strategis menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. 

Mentan Amran menjelaskan, secara umum kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan nasional berada pada level yang cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah terus melakukan pemantauan menyeluruh di seluruh rantai pasok guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.

Untuk komoditas pangan hewani, Mentan Amran menegaskan kondisinya relatif surplus. Berdasarkan neraca pangan periode Februari–Maret 2026, produksi daging ayam tercatat surplus sekitar 635 ribu ton, sementara telur ayam mengalami surplus sekitar 305 ribu ton. Kondisi ini dinilai mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Sementara itu, kebutuhan nasional daging sapi dan kerbau diperkirakan mencapai sekitar 121 ribu ton. “Neraca masih menunjukkan surplus tipis sekitar 6 ribu ton,” ujar Mentan Amran. Surplus tersebut diperoleh dari kombinasi peningkatan produksi dalam negeri dan dukungan impor terukur guna menjaga kesinambungan pasokan serta stabilitas harga.

Untuk memastikan pasokan dan harga tetap terkendali di tingkat produsen maupun konsumen, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan. Di antaranya menjaga produksi di tengah musim hujan dan cuaca ekstrem, mendistribusikan pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, serta memperkuat kerja sama antar daerah.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan early warning system untuk memantau pergerakan harga harian, memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET), serta menggelar operasi pasar dan inspeksi mendadak bersama Satgas Pangan guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran. “Operasi pasar akan terus kami lakukan dengan pengawasan bersama Satgas Pangan. Tahun ini, jika ditemukan pelanggaran, tidak lagi sebatas imbauan, tetapi langsung dilakukan penindakan,” tegasnya.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto, menekankan bahwa stabilitas pangan menjelang Ramadan bukan semata persoalan teknis, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. “Negara harus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan pasokan maupun lonjakan harga pangan,” ujar Titiek Soeharto.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan yang konsisten agar momentum hari besar keagamaan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk melakukan spekulasi harga. Seluruh pemangku kepentingan diminta menjaga komitmen bersama demi kepentingan masyarakat luas.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Ia juga mengingatkan adanya tantangan distribusi akibat anomali cuaca, banjir, serta kerusakan infrastruktur di sejumlah daerah yang berpotensi mengganggu pasokan pangan, termasuk pangan hewani, dan memicu kenaikan harga di wilayah rawan.

Sejalan dengan itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Parta Gerindra, Dwita Ria Gunadi, menyatakan bahwa paparan para menteri dalam rapat tersebut memberikan rasa lega bagi DPR dan masyarakat.

“Paparan yang disampaikan para menteri hari ini membuat kami merasa lebih tenang. Menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan, stok pangan di tangan pemerintah berada dalam kondisi yang cukup aman,” ujar Dwita.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Kementerian Pertanian dalam menangani gejolak harga daging sapi yang sempat memicu rencana aksi mogok pedagang. “Kami mencatat langkah cepat Kementerian Pertanian bersama pemerintah dalam merespons kenaikan harga daging. Kesepakatan harga sapi bakalan yang ditimbang hidup maupun berdasarkan faktur di kisaran Rp55.000 per kilogram hingga Lebaran telah mencegah aksi mogok pedagang dan menjaga stabilitas pasar,” katanya.

Menurut Dwita, kecepatan respons pemerintah menjadi kunci penting dalam menjaga kepercayaan pelaku usaha sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan nasional diharapkan dapat berjalan optimal sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.

Facebook Instagram Youtube X TikTok